Ruang Lingkup dan Hakikat Pengetahuan

RUANG LINGKUP, HAKIKAT PENGETAHUAN

A.  Definisi

Pengetahuan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang diketahui manusia. Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan makluk lain (hewan dan tumbuhan). Manusia makhluk yang paling sempurna karena manusia mempunyai akal yang selalu berkembang, sedangkan hewan mempunyai akal tetapi akalnya tidak berkembang atau disebut dengan insting.

B.  Sumber Pengetahuan

Ada 6 sumber pengetahuan manusia yaitu :

  1. Wahyu, wahyu adalah apa saja yang berasal dari Tuhan kepada Nabi. Apa saja disini mempunyai arti bahwa perintah atau larangan. Kebenaran wahyu bersifat mutlak dan tidak dapat dibantah atau diperdebatkan.
  2. Pengalaman, pengalaman adalah kumpulan fakta-fakta yang dialami manusia. Semakin tua umur manusia maka semakin banyak pula pengalamannya.
  3. Otoritas, adalah kewenangan atau kepakaran mendapatkan pengetahuan dari ahlinya atau pakarnya. Kebenaran otoritas tidak selamanya benar tetapi harus diteliti terlebih dahulu.
  4. Berpikir deduktif, yaitu berpikir dari umum ke khusus.
  5. Berpikir induktif, yaitu berpikir dari khusus ke umum.
  6. Metode ilmiah, yaitu gabungan dari 2 cara berpikir yaitu deduktif dan induktif. Hasil dari metode ilmiah yaitu ilmu atau kebenaran ilmiah.

Ilmu berbeda dengan pengetahuan. Ilmu adalah bagian dari pengetahuan yang diperoleh dari metode ilmiah sedangkan pengetahuan yaitu segala sesuatu yang diketahui manusia, lingkupnya lebih luas luas dari pada ilmu.

C.  Perbedaan Manusia Dan Hewan

Manusia dan hewan sama-sama makhluk hidpu tetapi ada perbedaan diantara keduanya, yaitu :

  1. Manusia berpikir (homo sapiens)
  2. Manusia mampu membuat alat dan menggunakannya (Homo faber)
  3. Manusia dapat berbicara atau berbahasa
  4. Manusia hidup berekonomi
  5. Manusia hidup bermasyarakat
  6. Manusia hidup menyadari adanya Tuhan

D.  Filsafat

Filsafat adalah pemikiran tentang sesuatu secara mendalam, menyeluruh dan berkesinambungan. Karakteristik berpikir filsafat adalah :

  1. Menyeluruh / keluasan, artinya tidak mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendrii melainkan melihat hakekat ilmu dalam hubungan pengetahuan yang lainnya (misal agama, moral dan lain sebagainya)
  2. Mendasar / Kedalam, artinya tidak percaya begitu saja bahwa ilmu itu benar, tetapi harus mulai dari suatu titik awal.
  3. Spekulatif atau perkiraan, artinya serangkaian spekulasi merupakan buah pikiran yang dapat diandalkan yang merupakan titik awal dari penjelajahan pengetahuan. Dalam prosesnya, harus dipisahkan spekulasi mana yang dapat diandalkan dan mana yang tidak.

E.  Bidang Telaan Filsafat

Bidang telaan filsafat adalah segala sesuatu yang menjadi masalah yang dapat diperkirakan oleh manusia.

Contoh                        :           Pemikiran tentang manusia.

-          Manusia itu apa ?

-          Siapa yang menciptakan Manusia ?

-          Kapan dan dimana manusia itu diciptakan ?

-          Mengapa manusia itu diciptakan ?

-          Bagaimana terciptanya manusia ?

-          Untuk apa manusia diciptakan ?

Cabang-Cabang Dan Kajian Filsafat

Terdapat 3 kelompok utama dari filsafat yaitu :

  1. Logika (tentang benar dan salah)
  2. Etika (tentang baik dan buruk)
  3. Estetika (tentang indah dan jelek)

Kajian formal filsafat sekarang adalah :

  1. Filsafat Pengetahuan                              7.      Filsafat Ilmu
  2. Filsafat Moral                                         8.      Filsafat Pendidikan
  3. Filsafat Seni                                           9.      Filsafat Hukum
  4. Filsafat Metafisika                                 10.    Filsafat Sejarah
  5. Filsafat Politik atau Pemerintah             11.    Filsafat Matematika
  6. Filsafat Agama

G. Filsafat Ilmu

Filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Filsafat ilmu merupakan akar dari semua ilmu dan pengetahuan.

  1. Inti Sari Filsafat Ilmu yaitu kebenaran, fakta, logika dan konfirmasi
  2. Ciri-Ciri dan Cara Kerja Filsafat Ilmu
    1. Mengkaji dan menganalisis konsep-konsep, asumsi, dan metode ilmiah.
    2. Mengkaji keterkaitan ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya.
    3. Mengkaji setiap persamaan ilmu kedudukan ilmu.
    4. Mengkaji cara perbedaan suatu ilmu dengan ilmu yang lainnya.
    5. Mengkaji analisis konseptual dan bahasa yang digunakannya.
    6. Menyelidiki berbagai dampak pengetahun ilmiah terhadap cara pandang manusia, hakikat manusia, nilai-nilai yang dianut manusia, tempat tinggal manusia, sumber-sumber pengetahuan dan hakikatnya, logika dengan matematika, logika dan matematika dengan realitas yang ada

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s