Ilmu Dan Budaya

ILMU dan BUDAYA

A. Latar Belakang

Adanya permulaan tentang ilmu pengetahuan berawal dari kisah tentang usaha-usaha manusia untuk memahami dirinya sendiri dan alam semesta yang serba misterius di sekitarnya.Orang menduga kulit bumi terbentuk lebih dari seribu juta tahun yang lalu dan manusia pertama sudah hidup kira-kira dua juta tahun yang lalu.Tetapi barulah kira-kira 7000 tahun sebelum masehi manusia mulai mentap di desa-desa, belajar bercocok tanam dan mengembangkan ternak seperti biri-biri dan kambing.Seni melukis dan mengukir mulai dikembangkan, serta memperhatikan matahari, bulan dan bintang.

Era globalisasi saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan tumbuh sangat pesat begitu juga dengan sosial budaya.Perkembangan ilmu ini sangat mempengaruhi perkembangan budaya.Dahulu manusia berpergian dengan menggunakan kuda atau onta, sekarang manusia berpergian menggunakan motor, mobil dan sejenisnya.Sruktur sosial masyarakat dahulu cukup dikepalai oleh kepala suku, namum dengan perkembangan ilmu, stuktur sosial masyarakat dikepalai oleh raja atau presiden dengan konsep yang lebih sistematis.Hal- hal diatas merupakan perubahan dari budaya yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu.

Dengan melihat perubahan sosial masyarakat dalam hal ini kebudayaan atau budaya, kadangkala muncul pertanyaan dari pemikiran manusia, apa itu ilmu dan budaya?. Apakah benar penciptaan ilmu dapat juga berasal dari kebudayaan?. Mengapa kebudayaan sering berubah seiring dengan berkembangnya ilmu yang telah ada?. Apakah ada hubungannya anatara ilmu dan kebudaan?.

Dalam banyak kajian dalam berbagai referensi, Ilmu merupakan pengetahuan dan pengetahuan merupakan suatu unsur dari kebudayaan.Sehingga ilmu pengetahuan adalah bagian dari kebudayaan.Ilmu pengetahuan dan kebudayaan berada dalam posisi yang saling bergantung dan saling mempengaruhi. Pada satu pihak pengembangan ilmu pengetahuan dalam suatu masyarakat tergantung dari kondisi kebudayaannya, sedangkan di pihak lain pengembangan ilmu pengetahuan mempengaruhi jalannya kebudayaan.

B. PEMBAHASAN
1. Pengertian Budaya

Dalam disiplin ilmu antropolgi budaya, kebudayaan dan budaya itu artinya sama saja. Menurut Koetjjaraningrat dalam Munandar Soelaeman (1988: 12), kata “kebudayaan” berasal dari kata sanskerta budhayah, yaitu bentuk jamak darai budhi yang bearti “budi” atau “akal”. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan “hal-hal yang yang bersangkutan dengan akal”. Sedangkan kata “budaya” merupakan perkembangan majemuk dari “budi daya” yang bearti “daya dari budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa, dengan “kebudayaan” yang bearti hasil dari cipta, karsa dan rasa. Dalam bahasa inggris  budaya atau kebudayaandisebut culture, yang berasal dari kata latin Colere, yaitu mengelola atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.Kata cultura juga diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

        Selanjutnya pengertian budaya menurut para ahli :

 –          Edward Tylor

Kultur atau peradaban adalah komplesitas menyeluruh yang terdiri dari pengetahuan, keyakinan, seni, moral, hukum, adat kebiasaan, dan berbagai kapabilitas lainnya serta kebiasaan apa saja yang diperoleh seseorang manusia sebagai bagian dari sebuah masyarakat.

–          Bronislaw Monilosky

Kultur adalah keseluruhan kehidupan manusia yang integral yang terdiri dari berbagai peralatan dan barang-barang konsumen, berbagai peraturan untuk untuk kehidupan masyarakat, ide-ide dan hasil karya manusia, keyakinan dan kebiasaan manusia.

–          Melville Herskovits

Budaya adalah sebuah kerangka pikir (construct) yang menjelaskan tentang keyakinan, perilaku, pengetahuan, kesepakatan-kesepakatan, nilai-nilai, tujuan yang kesemuanya itu membentuk pandangan hidup (way of life) sekelompok orang.

–          Ruth Benedict

Kultur adalah pola pikir dan tindakan tertentu yang terungkap dalam aktifitas manuasia.

–          Ahmad Sobirin (2002: 51)

Budaya ialah semua yang berkaitan dengan berbagai macam hasil karya manusia  mulai dari ilmu pengetahuan, keyakinan, seni, moral, hukum, adat kebiasaan, dan berbagai bentuk kapabilitas manusia lainnya termasuk didalamnya  organisasi dalam perngertian yang luas (masyarakat) maupun organisasi dalam pengertian yang lebih mikro (perusahaan misalnya).

        Selanjutnya B. Malinoski dalam M.Munandar Soelaeman (1987: 13) menentukan unsur-unsur kebudayaan dalam tujuh unsur universal, yakni:

  1. Bahasa
  2. Sistem teknologi
  3. Sistem mata pencaharian
  4. Organisasi sosial
  5. Sistem pengetahuan
  6. Religi
  7. Kesenian

Unsur-unsur kebudayaan diatas meliputi semua kebudayaan di dunia, baik yang kecil, bersahaja dan terisolasi, maupun yang besar, kompleks, dan dengan jaringan hubungan yang luas.

        Menurut dimensi wujudnya, dalam M.Munandar Soelaeman (1987: 13) membagi kebudayaan dalam tiga wujud, yaitu:

  1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia: wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya. Seperti nilai budaya, system norma, dan termasuk juga norma agama. Fungsi sitem budaya ini adalah menata dan memantapkan tindakan-tindakan serta tingkah laku manusia.
  2. Kompleks aktifitas, berupa aktifitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat di amanati dan diobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial, seperti sekelompok masyarakat, rumah tangga, keluarga, organisasi masyarakat dan lain-lain.
  3. Wujud sebagai benda; mulai dari benda yang diam samapi pada benda yang bergerak, seperti alat-alat rumah tangga, infrastrutur bagunan, alat transportasi, teknologi dan lain sebagainya.

        Kalber dan Smith (Made Pidarta, 2007: 170), menyebutkan ada 6 fungsi utama kebudayaan dalam kehidupan manusia, yaitu:

  1. Penerus keturunan dan pengasuh anak. Suatu fungsi yang menjamin kelangsungan hidup biologis kelompok social.
  2. Pengembangan kehidupan berekonomi.
  3. Transmisi Budaya
  4. Meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Pengendalian Sosial; pelembagaan konsep-konsep untuk melindungi kesejahteraan individu dan kelompok.
  6. Rekreasi.

        Selanjutnya Kalber dan Smith (Made Pidarta, 2007: 168), menjelaskan tiga hal yang menimbulkan perubahan kebudayaan yaitu:

  1. Origasi, yaitu sesuatu yang baru atau penemuan-penemuan baru. Hasil penemuan ini akan menggeser atau memperbahrui yang lama. Seperti teori bumi bulat menggeser teori bumi lempeng, kalau menelpon menggunakan telpon rumah sekarang lebih bannyak menggunakan hand phone.
  2. Difusi, ialah pembentukan kebudayaan baru akibat masuknya elemen-elemen budaya yang baru ke dalam budaya yang lama. Seperti, tarian-tarian  kontemporer ada kalanya merupakan difusi antara tarian klasik dengan tarian modern.
  3. Reinterprestasi, ialah perubahan kebudayaan akibat terjadinya modifikasi elemen-elemen kebudayaan yang telah ada agar sesuai dengan keadaaan zaman.Seperti, Zaman dulu kawin cukup disahkan oleh warga setempat, sekarang harus ada surat kawin yang disahkan oleh KUA untuk administrasi.

2. Hubungan Ilmu dan Bahasa

Dari beberapa literatur yang ada, hubungan ilmu dan budaya di jelaskan dalam 4 hal yaitu:

  1. Ilmu merupakan bagian dari budaya, karena dalam budaya banyak unsur yang terkandung termasuklah ilmu itu sendiri.
  2. Perkembangan ilmu akan mempengaruhi berkembangnya budaya masyarakat, dan juga kondisi budaya masyarakat mempenagruhi perkembangan ilmu.sebagai contoh; Penemuan teknologi baru merubah cara masyarakat dalam beraktifitas (dahulu alat transportasi darat dengan kuda sekarang alat trasportasi menggunakan motor dan mobil) dan sebaliknya masyarakat yang masih fanatik akan susah mengembangkan ilmu dimasyarkatnya ( sebuah perkampungan di jawa barat yang tidak mau membuat rumah yang bagus-bagus).
  3. Ilmu memberikan sumbangan terhadap budaya berupa; nilai yang terkandung dalam ilmu , yakni tentang etika, estetika, dan logika. Ilmu merupakan sumber nilai dan tata hidup, baik bagi perkembangan kepribadian secara individual maupun perkembangan masyarakat secara keseluruhan. Contoh; ilmu agama, ilmu sosiologi, dan lainsebagainya.
  4. Ilmu turut membentuk profil budaya bukan saja lewat aspek-aspek tehnisnya, melainkan juga dengan jalan memberikan pandangan-pandangan yang membuahkan sikap baru.Contoh ; profil kehidupan masyarakat kota yang sudah maju dengan teknologi dan informasi, berbeda dengan profil masyarakat pedalaman, dengan budaya yang berkembang adalah budaya agraris dan ilmu yang berkembangadalah ilmu pertanian.
  5. Ilmu dan budaya membentuk sebuah konsep yang di namakan Ilmu Budaya Dasar. Konsep ilmu digunakan untuk mempelajari budaya. Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanuas). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan tentang pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yangt dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

C. KESIMPULAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s